Sunday, April 5, 2015

Kenali Nikmatmu

AKULAH NIKMAT


Akulah nikmat ...
Saat adzan subuh tak peka di kedua daun telingaku
berguling lembut menyisir seluruh sisi kasur
kelopak mataku merapat enggan menyambut indahnya surya pagi


Akulah nikmat ...
saat santap demi perut tak juga meralatku akan sulitnya bergerak
karena perut juga, tak beraturan pun nafas ini
kuusap dan ku berlenggang lambat menjamah tanggung jawabku


Akulah nikmat ...
saat aroma kertas keramat membelai telapak tanganku
mengantarkanku pada lembah keramat penuh sesat
tak terlihat setitik nelangsa di hadapanku
kalaupun terlihat, selalu terabaikan dengan selipan amplop
tebal, berat, dan penuh dosa


Akulah nikmat ...
saat istri dan anakku menunggu kehadiran bekal jerih payahku
kuterima tugas menyeberangi pulau mengumpulkan jajan untuk anakku
tak pernah kurencanakan
niat selalu hadir tepat pada waktu yang tak diduga 
Koleksi cincin nikahku pun bertambah


Akulah nikmat ...
saat suamiku sibuk sejak pagi hingga menyambut dini hari, 
kutitip anakku pada tetangga
menunggu jemputan bapak-bapak dari anak mereka
menunggu jemputan suami-suami dari istri mereka
Pulangnya, aku bisa melunasi semua hutang
melunasi sekolah anakku, melunasi gadaian emasku


Akulah nikmat ...
saat nyawa kujamin dengan sebatang candu mengepul
pernah sekolah, tapi maaf aku suka lupa bahaya candu kepulan asapku
tak ada nasi bukan hal sulit
beri aku sekotak candu itu 
tataplah aku seperti menyantap nasi lima bakul


Akulah nikmat ...
saat berhenti mencari
tetapi ternyata tidak dijadikan pilihan terakhir olehnya
takutku kehilangan setelah lama mencari 
kurelakan kutang dan sekujur ini di rangkul sebagai jaminannya


Akulah nikmat ...
saat tak kulihat matahari dan bulan dari balik megahnya gedung
satu demi satu etalase kuhampiri
tak keluar kertas keramat pun asal mataku segar pun tak apa
zuhur, ashar, maghrib, isya, tak ada pertanda


Akulah nikmat ...
sayup adzan bapak seperti masuk dalam mimpiku
saat belaian lembut basah wudhu ibu membangunkanku
subuhku akan habis
segeraku panjatkan doa bersama 


Akulah nikmat ...
kerjaku tak sebanding dengan lamanya kerja ibu bapakku
penghasilanku pun tak sebanding
merangkul beliau menuju apa yang mereka sukai
makan bersama tanpa harus tau berapa pengeluaranku


Akulah nikmat ...
Lebih tahu banyak hal
mengajarkannya pada kanak
sabarku menghadapi tiap pertanyaan
sabarku menghadapi lelahnya
lelahku menghadapi ikhlas dan usahanya
ikhlasku menghadapi keributannya
bahagiaku membimbingnya menuju masa depan


Akulah nikmat ...
menyiapkan sebungkus kenangan dan lilin 
merangkul kawan menyiapkan kejutan
selamat ulang tahun kawanku
dengan hitung tanpa berharap pamrih


Akulah nikmat ...
berbulan-bulan solat dan puasa 
mengharapkan sesuatu yang tak mungkin
sempatku menghardik-Nya yang tak kunjung berbalas
tak lelah pun terus melakukan apa yang Dia perintahkan
akhirnya kunjung pun di genggamanku
sujudku tak lelah pada-Mu











2 comments: