Tuesday, March 10, 2015

PERJUSAMI AKBAR 2015

PERJUSAMI AKBAR VIDATRA
27 FEB - 1 MAR 2015




Dua minggu yang melelahkan, sampai-sampai malamnya sudah tepar.
Mengakhiri Februari dengan kegiatan pramuka tahunan Vidatra, satu kegiatan yang baru bagi saya. 

Pramuka yang saya tahu, ya cuma kegiatan baris-berbaris dan mengahapal beberapa sandi. Selebihnya saya buta pramuka, hehee.. Akibat jaman sekolah dulu kegiatan Pramuka tidak begitu wajib, jadi ya bener-bener tidak tahu sama sekali kegiatan lengkapnya apa saja.

Hari pertama kegiatan Perjusami, saya berkumpul dengan beberapa guru SD dan SMP yang ikut hadir mendampingi para siswa. Seperti biasa, lagi-lagi dikira siswa keliaran gak ikutan baris sama siswa lain. SAYA GURU SMA BU, PAK. Badan saya memang kecil huhuuu...


Kegiatan Perjusami tahun ini panitianya adalah siswa kelas XI yang semuanya adalah siswa saya yang sebelum kegiatan ini berlangsung, sudah banyak minta dispensasi tidak ikut pelajaran. Saya sudah terlalu malas kalau sudah dengar dispensasi tidak ikut pelajaran.

Siswa kelas XI yang menjadi panitia tahun ini adalah mereka yang sudah berhasil mendapatkan tingkat BANTARA. Jangan tanya saya apa itu Bantara, yang saya tau gelar tersebut didapat setelah melakukan jurit malam keliling kawasan PT.Badak sesuai alur yang ditentukan untuk mencari laksana Bantara mereka di beberapa daerah yang terkenal sangat angker. Tugas mereka sudah pasti salah satunya adalah membina pasukan Pelaksana dan Penggalang Pramuka yang merupakan adik-adik kelas mereka di Vidatra.

Kegiatan seperti ini sebenarnya sudah pernah saya laksanakan, tetapi bukan di Pramuka, melainkan di kegiatan PMR jaman SMA dulu. Mulai dari mendirikan tenda, menyiapkan yel-yel dan pensi untuk kegiatan hiburan malam, sampai jurit malam pun saya sudah pernah dan ketagihan, hehee..


Malam pertama kegiatan Perjusami, saya dan beberapa guru menikmati sajian pensi dari siswa-siswa SD, ada yang benyanyi dan menari. Melihat anak-anak SD berani tampil di depan kakak-kakak kelas SMP dan SMA, saya sangat salut. Dari kecil kalau sudah sering tampil depan umum, bakal lebih berani dan percaya diri. Setelah kegiatan Pensi selesai, siswa-siswa diminta untuk kembali ke kemah bagi siswa laki-laki dan ruang kelas masing-masing bagi siswa perempuan untuk beristirahat.

Hari kedua kegiatan Perjusami, siswa SD dan SMP melaksanakan kegiatan jelajah pagi sesuai dengan rute yang telah ditentukan oleh kakak-kakak pembina. Sepulang kegiatan tersebut, siswa SMP diminta untuk menampilkan yel-yel kreasi mereka depan juri. Saya salah satu juri dari kegiatan yel-yel siang itu. Pertama kali jadi juri di kegiatan yang juga baru bagi saya, merupakan pengalaman yang paling berkesan. Siswa- siwa yang tampil sangat kreatif, sampai tangan gak kuat buat ngerekam mereka hehee..

Setelah upacara pembukaan perjusami, saya mendampingi peserta berjalan kaki menuju rumah alm. Pak Ratno untuk melayat, beberapa siswa laki-laki banyak yang mengantarkan beliau hingga peristirahatan terakhir alm. di Pisangan.

Malam kedua, Panitia melanjutkan perlombaan Pensi bagi peserta, khususnya SMP dan SMA. Waktu yang disediakan tidak lama untuk kegiatan Pensi malam ini, karena setelahnya akan diadakan upacara api unggun kemudian Jurit malam. Malam kedua saya didaulat sebagai juri pensi lagi. Sedikit kaget ketika siswa kelas XI Putra dan putri maju ke panggung menampilkan persembahan Pensi untuk adik-adik kelas mereka. Yaa walaupun sedikit ribut tapi serulah mereka, Hahaaa..

Upacara api unggun pada malam kedua, sedikit ada kecelakaan dalam penyalaan api unggun. Salah satu siswa saya tersambar api unggun yang dinyalakan menggunakan perantara pemantik dengan bensin. Tidak ada firasat apapun acara api unggun akan sedikit terhambat. Tiba-tiba saja setelah masuk dalam tahap penyalaan api unggun, api memang terlihat membesar dengan cepat hingga menyambari Arafi yang menyalakan api unggun dengan posisi membungkuk dekat dari luar lingkar api tersebut. Kondisi Arafi sekarang ya alhamdulillah tidak separah yang kami bayangkan. Mukanya memang terbakar tapi tidak sampai merusak mata dan seluruh tubuhnya. Kejadian tersebut wajib dijadikan pelajaran bagi seluruh siswa yang melihat proses penyalaan api unggun, tidak lagi menyalakannya langsung, tetapi harus menggunakan perantara tali sumbu agar tidak terlalu dekat dengan kita saat api membesar. Tetap harus berhati-hati dalam bertindak.




Kegiatan api unggun selesai, siswa SD dan SMP diminta untuk beristirahat. Siswa kelas X dan XI melaksanakan kegiatan jurit malam. Nah, kegiatan ini yang paling saya suka. Tadinya berpikir bakal ikutan jalan kaki bersama beberapa kelompok untuk menjelajah kawasan PT.Badak. Bu Fudi dan Bu sulis yang sudah lama mengenal kawasan PT.Badak di malam hari menyarankan untuk ikut keliling mengecek siswa dengan mobil saja, karena kawasan PT.Badak di malam hari nyeremin. 

Ini dia dua siswa andalan yang saya tu sempat ga percaya kalau mereka ini Bantara

Sekitar pukul 12 tengah malam, saya beserta tiga guru lain menjelajah kawasan PT.Badak untuk mengecek siswa-siswa kami sesuai rute yang telah ditentukan, siapa tau ada yang tiba-tiba sakit saat penjelajahan malam. Selama berkeliling dengan Pak Inu, Bu Fudi dan Bu sulis, terasa sekali hawanya sedikit nyeremin. Pak Inu yang katanya bisa melihat beberapa "teman" di lingkungan tersebut, bener-bener gak bisa diam menyebutkan "temannya" siapa saja di beberapa daerah yang kami lalui. 

Mulai dari simpang empat lampu merah masjid Al-Kautsar, Tercium bau nasi basi. Saya sih memang mencium bau yang gak enak itu sejak tiba di lampu merah tersebut tapi gak berani bilang, Eeeh malah Bu Fudi negur "Kok bau nasi basi ya?". Jelasnya Pak Inu jawab gini, "Loh tadi gak liat lewat tu?". Mendadak saya langsung menutup kaca jendela mobil Hahahaa... Takut aja tiba-tiba muncul tarik tangan saya kan berasa horor. Selama perjalanan mengecek anak-anak yang melaksanakan jurit malam, Pak Inu banyak bercerita tentang beberapa kejadian peserta Pramuka yang sering mengalami hal-hal menyeramkan di kawasan tersebut. Perjalanan memasuki pelataran parkir rumah sakit PT.Badak tepatnya di seberang kamar jenazah. Tiba-tiba Pak Inu menyebut "Astaghfirullah" saat ingin memutar arah. Saya gak nanya, takut aja Pak inu cerita serem lagi. 

Kakak-kakak pembinanya pada tepar ini

Jadi, Pak Inu bercerita pernah beberapa tahun lalu, siswa SMA yang merupakan peserta pencari laksana Bantara mengalami kejadian yang membuat bulu kuduk merinding. Laksana Bantara adalah semacam pangkat yang nantinya harus mereka dapatkan sebelum resmi menjadi Bantara Pramuka yang selalu disembunyikan di daerah-daerah angker di kawasan PT.Badak. Pesertanya selalu diberikan rute yang bisa dipastikan satu sama lain tidak akan berpapasan karena sudah diatur untuk tidak satu rute. Tantangannya juga dilaksanakan sendiri-sendiri tanpa berkelompok seperti kegiatan Perjusami ini. Sudah terbayang seramnya mereka jalan sendiri tengah malam mendatangi tempat-tempat angker.


Sampai pada hari terakhir Perjusami, panitia mengatur barisan upacara penutupan dan mengumumkan kelompok mana saja yang berhasil menjuarai beberapa kegiatan dalam Perjusami tahun ini. Sembari menunggu pengumuman siapa-siapa saja juaranya, saya ngobrol dengan beberapa siswa yang merupakan Bantara Pramuka. Ada beberapa siswa yang dari wajah-wajahnya tidak meyakinkan kalau mereka adalah Bantara, Hahahaa.. Lucu sih melihat ekspresi mereka yang merasa tidak dipercaya merupakan pasukan Bantara. Ya gitu kalau kelakuannya pencicilan mah mau serius bagaimana pun tetap sulit dipercaya, HAHAAA..

Sedikit kelucuan dari Bu wiwik dan Pak Tris, judulnya MAIN BAYANGAN. Hehehee..



Liputan lainnya bisa tengok di Instagram saya ya : @eliskartikaa






No comments:

Post a Comment