Thursday, February 19, 2015

Dampak Pacaran Lama

DAMPAK DARI BERPACARAN LAMA DAN MENIKAH MASIH SEBATAS RENCANA BERDUA...


Adakah yang sudah menjalani hubungan dengan kekasihnya selama lebih dari 1 tahun?
Atau ada yang sudah 2 tahun? 3 tahun? 4 tahun? 5 tahun? 6 tahun? bahkan 10 tahun?
Wah.. selamat buat yang sudah menjalani hubungan bertahun-tahun dan semoga cepat menikah hehee..

Pacaran yang dijalani dengan hati tulus, sudah pasti banyak pengorbanan yang dilakukan. Bukan cuma perasaan yang dikorbankan, tapi duit juga dikorbankan. Bayangkan kalau pacaran sudah 6 tahun misalnya. Pasti kalau mau hitung-hitungan berapa duit yang sudah dihabiskan bersama selama pacaran 6 tahun, sudah sangat cukup untuk ditabung bakal pernikahan, bahkan mungkin bisa digunakan untuk travelling.

Dunia ini bukan cuma sepasang kekasih yang menikmati kerasnya dunia. Banyak sepasang kekasih lainnya yang berada di sekitar kita. Banyak mata dan mulut yang selalu nyinyir mengomentari kehidupan mereka yang sudah berpacaran selama 6 tahun bahkan lebih.

Lama juga ya kalian pacaran, udah ngapain aja?
Pertanyaan paling kurang ajar lah ya yang begini nih. Maknanya terlalu negatif kalau didengar. Emosi juga iya. Sedih pun. Sering dapat pertanyaan seperti ini dari teman-teman gak perlu kesel bahkan memusuhinya. 
Tenang, cukup jawab aja "Ya sama ajalah kayak kamu sama pacarmu!"
Kalau yang tanya si JONES sih jawabnya gini aja "Ya sama ajalah kayak kamu sama mantanmu!" Bakal manyun dah si JONES inget mantannya lagi, senjata makan tuan!. 
Tapi kalau yang tanya ternyata temen yang kita tahu sudah melakukan "pacuan kuda" di usia muda, jawab aja gini "Ya kayak kalian juga dong, NAGIH!" bakal awkward juga kan mereka. Sesekali bercanda yang menohok juga perlu.

Pasti kalian putus nyambung deh sampe bisa 6 tahun?
Yaa, manusia tidak ada yang sempurna. Bersaudara kandung aja masih bisa hantam-hantaman serumah. Apalagi yang pacaran, beda rumah, masih beda visi, dan masih mau bebas.Putus nyambung juga termasuk bumbu dari lamanya pacaran seseorang. Saat putus dan ternyata kembali bersama lagi, bukan karena tidak ada pilihan lain. Tapi lebih tepatnya karena sudah nyaman dengan suasana bersama yang saling menerima kekurangan dan melengkapi dengan kelebihan satu sama lain. 



Waktu sempet putus, apa yang bikin kamu mau terima dia kembali?
Sudah nyaman dengan dia aja sih. Alasan mati yang ga perlu banyak embel-embelnya. Suka sama orang aja bisa tanpa alasan, apalagi menghadapi pertanyaan macam begini. 


Terus, kenapa bisa putus kalau ntar balikan lagi?
Yaelaah kita bukan Tuhan yang bisa membolak-balikkan hati manusia. Mana tahu juga kalau ternyata hari ini bisa putus karena masalah kecil dan dua jam berikutnya balikan lagi. Dijawab aja gini, "BIASA, MASIH LABIL" merendah diri aja sih daripada temen banyak tanya lagi ya  kan. Mau sikap kita masih childish dan egois, kalau masih cinta mah bakal ada jalan untuk balikan.


Sudah dikenalin sama keluarganya?
Wahai wanita, Pria yang serius dan tulus kepada kita adalah yang mau mengajak kita ke rumahnya dan mengenalkan kepada kedua orang tua, adik, kakak dan keluarga lainnya tanpa kita paksa. Kalau selama 2 tahun berpacaran dan belum pernah diajak ke rumahnya sih, masih ada cara lain untuk alasan bisa diajakin ke rumahnya. Caranya? Yaa kalau ada waktu luang coba deh nih cewek-cewek bikin kue atau masakan sendiri terus titipkan ke pacar ketika kalian pulang jalan. Insha Allah pasti titipan kalian nyampe di dapur mamaknya. Lalu, apa yang terjadi? Pasti si mamaknya pacar bakal nanya ini dari siapa. Rutin aja terus sebulan sekali atau dua minggu sekali dengan menu berbeda, kalian bakal tahu apa yang terjadi kalau sudah mencoba jurus ini hehee..


Jadi, Kapan nih?
Bukan ditanya kapan mati maksudnya. Tapi kapan nikah?!
Pertanyaan keramat jumat kliwon bagi mereka yang sudah memasuki umur 22 tahun ke atas. Karena di umur tersebut sudah banyak yang wisuda dan aroma pernikahan pun makin tercium. Apalagi yang sudah bekerja dan umur mencapai hampir 25 tahun. Bener-bener harus tahan kuping ini. Mereka yang sudah berpacaran lebih 5 tahun dan mencapai umur hampir 25 tahun, jangan pernah dianggap tidak memiliki rencana pernikahan. Kadang malam selalu menjadi waktu yang paling tepat ketika membicarakan mengenai masa depan dengan pasangan sekalipun melalui Chat Line, BBM, atau voicecall. 


Lelah sepulang kerja biasanya bosan dengan pertanyaan 
"Bagaimana seharian kerjaannya?" 
Maka si cewek paling pintar ngasih kode ke cowok. 
Mulai aja cerita dengan "Eh temenku si Anu mau nikah besok lusa, datang bareng yuk yang." Lanjut, lanjut, lanjut, dan akhirnya sampai pada "Ntar aku nikah maunya pas hari anu dan tanggal anu ah, gimana yang?" Hahahaa... Ya kalau si cowok meladeni pertanyaan kalian ya syukur. Tapi kalau si cowok meladeninya sebentar saja, jangan diteruskan, mungkin dia lelah.

Cewek itu lebih cepat berimajinasi kalau sudah hadir di undangan pernikahan. Itu panggung tempat berdirinya mempelai, sudah dia gambar di kepalanya, di situ ada dia dan pacar, kanan kiri sudah ada mamak bapaknya dia dan si pacar, bakal menggunakan konsep adat apa pelaminannya, musiknya mau diiringi sama grup kasidah mana, dll. Perhatikan aja kalau ada cewek suka lama menatap ke arah pelaminan sambil makan di kondangan. Temen yang di sampingnya harus bisik-bisik di kupingnya, "Jangan Mupeng, INSHA ALLAH, AMIN". Hahahaaa... 

Tapi percayalah, lelaki yang mampu bertahan dengan keadaan kita yang sekarang adalah lelaki yang sudah sepenuhnya yakin bahwa kitalah yang akan menemaninya di masa depan. Apalagi kalau sudah mempercayakan kita dalam pemilihan rumah untuk cicilan masa depan. 

Ketahuilah juga para pria, bahwa dibalik betahnya wanita dalam berpacaran selama 5 tahun atau lebih, banyak tersimpan harapan-harapan indah yang ingin dia bangun bersama kalian. Ketakutan terbesar mereka adalah kehilangan pria yang paling disayangi setelah Tuhan, Ibu dan Bapak mereka. Ketika pria sudah banyak ikut terlibat dalam pembicaraan wanita mengenai pernikahan sekalipun hanya obrolan biasa, percayalah itu semua sudah tersampaikan kepada sahabat dan Ibu mereka pada malam sebelum mereka tidur. 


Ibu kami para wanita sudah tidak khawatir lagi ketika mendengar dari anak gadisnya bahwa pria yang disayangi sudah mulai belajar bertanggung jawab atas anak gadis mereka dengan tidak memberikan harapan palsu, walaupun sebelumnya sering merasa khawatir ketika anak gadisnya suka terlambat pulang jalan bersama si pacar, khawatir saat mengetahui anak gadisnya berlibur bersama si pacar sekalipun banyak teman lain dalam rombongan dan walaupun kalian tidak melakukan hal-hal negatif. Orang tua terutama Ibu memiliki rasa khawatir yang sangat tinggi kepada anak-anaknya. 
Hargailah itu para pria. 
Hormatilah Ibu yang merupakan calon Ibu kedua di masa depanmu. 
Tenangkan orang tua wanita dengan tidak memberikan harapan pada anak gadisnya di tengah-tengah ramainya orang sekitar yang sudah menikah dalam keadaan "tidak baik".



Pria, tunjukanlah kalau kalian memang mau bertanggung jawab dengan tidak terus memberikan harapan kepada wanita. Menikah juga ibadah yang sangat berpahala. Pertahankanlah pernikahanmu kelak seperti engkau mempertahankan wanitamu selama bertahun-tahun pacaran. Kalahkan ramalan mereka di luar sana yang menganggap bahwa berpacaran lama akan cepat merasa bosan saat sudah menikah nanti. Jangan hanya berencana berdua. Wanitamu tidak hidup sendiri, mereka hidup dengan kedua orang tua dan keluarga lainnya. Mencintainya berarti harus menyatukan keluargamu dengan keluarganya. Mencintainya sudah sepaket mencintai keluarganya. Begitupun sebaliknya.

Sikap wanita bergantung pada bagaimana sikap pria memperlakukannya. Apa lagi yang dicari wanita selain sudah mendapatkan pekerjaan yang baik dan suka mengkhayal pelaminan impiannya, adalah pria yang bertanggung jawab untuk mengajaknya membina satu keluarga kecil.



... Hope you have a nice future talks everytime and marry soon, women ...









No comments:

Post a Comment