Friday, March 17, 2017

TES MANTOX

TES MANTOX


http://www.klinikvaksinasi.com/vaksin/tes-mantoux/ 

Weww, tiga bulan enggak blogging lagi rasanya bingung mau mulai dari mana ceritanya. hehee. Mulai dari cerita tes mantox aja lah ya. Bagi temen-temen kalangan dokter, temen-temen yang udah pernah tau, atau udah pernah melakukan, mohon sayanya dikoreksi jika ada kesalahan. 

Info tes mantox ini saya dapat dari salah satu temen yang profesinya perawat, sebut saja April :D . Kebetulan ketemu di acara wedding temen sekolah kami, saya ada curhat dikit tentang bb kisah (anak saya) naiknya gak signifikan seperti bayi yang montok pada umumnya. Ketakutan saya tentang penyakit flek paru, TB, dll .Si April saran ke saya untuk segera tes mantox.  Sedikit penjelasan tentang tes mantox,


Alasan saya akhirnya minat banget mau tes mantox karena :

1. 2015 silam, suami saya pernah salah didiagnosa terkena kelenjar TB di area leher, tulang selangka. 6 bulan pengobatan enggak sembuh-sembuh, kami cari second opinion ke rumah sakit AWS Samarinda, ternyata suami saya positif Hodgkin Limfoma.

2. Lingkungan kota kami, diapit dua pabrik besar, PKT dan PT.Badak yang mengakibatkan tercemarnya udara yang tidak baik bagi kondisi paru-paru warganya.

3. Kami di rumah full menggunakan ac dan kipas.

4. Kisah sering kami ajak bepergian menggunakan motor

5. BB kisah di usianya 6 bulan ini tidak signifikan, dari usia 5 bulan menuju 6 bulan hanya naik 2 kg. Walaupun kata temen-temen dan keluarga saya, Kisah memanjang, enggak menyamping, hahaa. Btw, anak saya memang sedikit agak tinggi untuk usia dia saat ini 

6. Suami saya bukan perokok tapi karena bekerja di laboratorium maka udara yang biasa dihirup kurang baik, itupun sempat didiagnosa kelanjar TB dan ternyata salah diagnosa.

7. TB tidak hanya disebabkan oleh asap rokok, bisa juga terjadi karena udara yang tidak baik. HARUS DIPAHAMI BAHWA ASAP ROKOK MEMANG BISA MENJADI SUMBER UTAMA TAPI UDARA YANG KURANG BAIK BISA MENJADI PENYEBAB SEGALA PENYAKIT PARU.

Bukan bermaksud berlebihan, tapi saya sangat aware dengan segala gejala yang merupakan sumber dari segala sakit. Iya, sakit memang takdirNYA, tapi jika sedari dini bisa kita deteksi, maka penyembuhannya semakin cepat dan efektif. 

Alur awalnya, kami ke Klinik Satelit 1 saat itu karena kami tanggungan BPJS maka harus ke Faskes 1 dulu untuk bisa dirujuk ke Dsa rumah sakit. Konsultasi dengan dokter umum, dan ternyata alhamdulillah dapet dokter yang peka banget, kami banyak ngobrol di dalam, kisah juga dapat rujukan langsung ke dokter spesialis anak terkenal di Bontang, dr Made di RSIB YABIS. Padahal kami pikir bakal dirujuk ke dsa di rumah sakit PKT, karena kami dari dulu selalu berobat di rumah sakit pkt. 

Besoknya kami ke RSIB YABIS untuk pertama kalinya, bertemu dengan dr Made dengan melalui segala rintangan antrean pasiennya yang membludak, takjub banget sama keadaan ruangan beliau. Asistennya ada tiga, ruangannya penuh balon, selain dipenuhi dengan boneka pada umumnya. 

Kami sempat ditegur kenapa baru sekarang memutuskan tes mantox dengan segala riwayat penyakit suami saya yang akhirnya sudah selesai masa kemoterapi dari hodgkin limfoma. Alasan dan siapa yang menginfokan mengenai tes mantox pun gak luput dari pertanyaan dr made. Saya jelaskan alasan saya seperti di atas kepada dr made, yaa saya dapat acungan jempol, yeay! Ternyata menurut dr made, alasan saya sangat tepat, jadilah kami lama ngobrol di dalam, ya tentang penyebab penyakit anak jika tinggal di lingkungan pabrik seperti kota kami. 

Sebelum masuk di tes mantox, kisah diarahkan untuk tes darah dan foto rontgen paru. 
Untuk tes mantox, ternyata gak bisa langsung individu gitu, harus nunggu panggilan lagi di hari lain (terjadwal), jadi harus sesuai quota yang tersedia, mungkin obat yang dimasukkan agak sayang kali ya kalau hanya untuk satu orang dan akan banyak yang tersisa nanti cairan obatnya.

Dua hari berikutnya kami datang kembali untuk melihat hasil tes rontgen paru dan tes darah, Alhamdulillah KISAH NORMAL, SEHAT! Untuk bb kisah, alhamdulillah mencapai ideal, dan lagi-lagi dijelaskan, anak gemuk bukan selalu pertanda dia sehat, anak sehat semua ada penilaian dari dsa, mulai dari keaktifan yang dinilai dari motorik kasar dan halusnya, bb, lingkar kepala, dan panjang badan. 

Tiga hari berlalu, kami akhirnya dihubungi untuk hadir tes mantox, tapi akhirnya kami tidak hadir, karena saat itu saya ada kegiatan akreditasi sekolah selama seminggu yang tidak bisa ditinggal sama sekali, huhuu. Suami juga ada kerjaan yang bener-bener gak bisa ditinggal. Kami akhirnya memilih enggak terlalu bela-belain akan tes mantox ketika hasil tes darah dan rontgen paru juga penilain individu dari dsa telah menunjukkan bahwa kisah sehat, kisah enggak ada masalah apapun. Mengingat, cerita dari temen, bahwa tes mantox itu sekecil atau seringan apapun penyakitnya akan terlihat, contohnya alergi makanan, maka akan terlihat, saya tidak meremehkan, hanya saja saya sudah cukup puas dengan pembuktian tes darah dan rontgen. 

Sebelumnya juga kami sudah banyak mencari tahu mengenai tes mantox setelah temen saya menyarankan itu. Yang penting saya sudah paham mengenai tes mantox, saya lega ternyata anak saya enggak kenapa-kenapa.

Tentang suami saya yang kemarin mengidap kanker hodgkin limfoma, itu TIDAK MENULAR dan kecenderungannya kecil untuk diturunkan kepada anak cucunya nanti. Yang paling penting adalah, menjaga asupan gizi dan lingkungan anak. 

Besok-besok saya akan cerita tentang penyakit suami saya yang menggerogotinya di usia Ayah muda, hahaa..

BYE! SALAM SEHAT SELALU!


No comments:

Post a Comment