Friday, August 12, 2016

" K "

Nama adalah Doa


Nama adalah doa. 
Pemberi dan pemilik nama adalah pendoa.
Pemberi dan pemilik mengharapkan kebaikan dari sebuah nama yang dirangkai.

 Sedikit candaan dari beberapa teman, 
"Ntar anak jangan diberi nama huruf awal sama huruf akhir. Kasihan kalo dapat huruf awal, nanti di sekolah lebih cepet disebut kalau ngumpulin tugas. Kasihan kalo namanya huruf akhir, nanti paling terakhir dipanggil."

Agak kocak, tapi ada benernya juga. Hahaa..

Sejak 6 bulan kehamilan, jenis kelamin juga sudah terdeteksi, aku sama mas terlalu bersemangat nyari nama untuk anak. Mas nyiapin nama anak laki-laki, karena masih optimis bisa saja jenis kelamin berubah ketika rilis nanti. Aku tetap netral dengan menyiapkan nama anak perempuan. Yang pasti, nama anak harus diakhiri dengan nama bapaknya. Selain dalam islam itu termasuk sunnah, yakali nanti anakku bisa ke luar negeri jadi gak repot di pengurusan surat-suratnya dan gak lama dalam pengecekan paspor. Hampir seluruh negara, nama anak selalu disertakan nama bapaknya di belakang nama mereka.

Hanya bermodal googling, dapatlah satu nama depan yang diawali huruf K untuk anak kami nanti. Nama yang bernuansa arab dan islami dengan arti yang insyaAllah nantinya aku dan suami mantap menjalankan amanah untuk membesarkan si anak sesuai dengan agama kami yang sangat baik ini. 

Setelah diawali dengan huruf K, Sambungan nama keduanya diawali dengan huruf R. Aku ambil dari satu istilah yang tercantum dalam KBBI, yang sering dimasukkan dalam pembuatan syair dan puisi. Maknanya juga sangat bagus, indah, dan terdengar tidak banyak yang punya. Ada 3 rangkai membentuk satu nama dan diakhiri dengan nama si mas, Sofyan.

Ah sudah gak sabar si bayi lahir lalu diberi nama itu. 
Oia, selain nama lengkapnya, aku juga menyiapkan nama panggilan di rumah untuk si bayi. Diawali juga dengan huruf K, tapi memiliki makna banyak. Singkatan dari nama depan si bayi nanti insyaAllah. 


Halo 'K' !
Piye kabare ? 
Sengaja aku compare begitu fotonya karena ada perbedaan bentuk.
Agak aneh, agak serem, agak ngeri.
Yang kiri bentuknya normal, dan kadang kalau aku lagi nyantai, perut suka tiba-tiba seperti penyok ke kanan. Hamil 9 bulan yang aneh hahaa.
Sejak 6 bulan, alhamdulillah kepala si bayi sudah stay di bawah. Terakhir USG awal Agustus kemarin pun posisi kepal bayi juga sudah di bawah walaupun masih floating atau belum memasuki area panggul. Dengan posisi kepala di bawah dan punggung pantatnya berada di kanan terus, itu yang menyebabkan perutku ini suka jendul ke kanan. Sereemm liatnya.
Stretchmark jangan ditanya. Sebelumnya pernah cerita di postingan yang lalu, tanda-tanda stretchmark sama sekali belum terlihat. Eeeh begitu 8 bulan hamil, ajegile stretchmark munculan gak karuan. Lotion pun sudah tidak bermanfaat lagi untuk mencegah adanya stretchmark. Begitu 9 bulan, stretchmark udah mulai naik ke area sejajar udel. Bagaimana gak muncul, lah badan aja naik 20 kg ini. dari yang 40 kg bisa nyampe di 60,3 kg!!!! berat badan yang sama kayak si mas hahahaa!
Kalo kata orang, jangan digaruk makanya. Lah aku udah nahan garuk beneran deh, tetap aja muncul. Kata bidan dan dokter, namanya kenaikan bb drastis ya pasti akan selalu seperti itu dampaknya. Itu normal. 
Ini dia wujud 9 bulannnya si 'K' dalam perutku. 
Entah kenapa, media blogspot seperti ini selalu bikin aman dari komentar nyinyir orang yang aku kenal untuk saling share cerita sehari-hari dibanding harus intens share di facebook, path, dan instagram. Kurang nyaman aja kalau segala sesuatu harus di share selain di blogspot. Padahal di blogspot ini kan kita gak tau ya siapa aja yang mengunjungi dan membaca, bisa aja ntar ada yang menyalahgunakan foto-foto yang terlampir di blogspotku. Tapi tetap aja selalu merasa aman kalau mau cerita banyak di blogspot. Dan lagi, aku punya pemikiran bahwa sepanjang apapun kita cerita di blog, gak ada satupun kesan pamer yang timbul. Gak sama kayak kalau share semua-muanya dia path, facebook, instagram dengan kenarsisan yang luar biasa. Seperti kurang menjaga privasi diri sendiri aja gitu rasanya. Menurut aku lo ya. 

Malah kadang akunya suka malu sendiri kalau abis share foto yang menurutku kayaknya agak risih kalau lama-lama dipajang di instagram, besoknya pasti aku hapus. Hahaa, penyesalan selalu datang terakhir, khilafnya jadi alasan. Karena, mikirnya gini lho, aku ini apa dan siapa, kok ya narsis'in apa-apa itu kepedean banget, macam oke aja mau menginspirasi orang lain dengan menamai diri sendiri dengan apalah-apalah misalkan ya. Jauh sebelum aku ini menjadi ibu nantinya,  masih banyak ibu-ibu hebat sebelum aku yang mereka PUNYA SESUATU YANG BISA MENGINSPIRASI tapi mampu menggunakan kalimat-kalimat yang sarat persuasi, santun, dan mencerminkan kepribadian yang sangat baik. Boleh kalau mencontoh orang lain, tapi terlalu banyak bicara dalam keadaan yang kurang tepat juga malah bakal diketawain orang gitu. Pikirku lo ya begitu. Maaf kalau agaknya aku berpikiran negatif, tapi ini sudut pandang aku lo ya, hehee..

Yaa, semoga semuanya sehat yaa..
Yang lagi pada hamil tua, dijaga makannya, diperbanyak ibadah dan doanya supaya lancar.
Amin!  

No comments:

Post a Comment