Wednesday, February 4, 2015

Vidatra fight for YPK Cup

Rabu seharian hujannya lebat, gerimis juga gak berhenti.
Rencana nonton pertandingan basket YPK Cup yang tadinya ragu, akhirnya nekat demi menyaksikan dua sekolah yang selalu tidak pernah akur dalam perebutan juara.

Tim Putra SMA Vidatra vs SMA YPK tadi malam bertarung menuju semifinal sekitar pukul 9 malam. Belum mulai saja sudah ramai terdengar dari halaman parkir GOR PKT. Hujan masih menemani supporter dari dua tim hingga selesainya pertandingan.

Ada sedikit yang mengganjal hati tadi malam. Tempat untuk memarkir kendaraan Suporter YPK dan Vidatra dipisah. Jaman saya masih OSIS dulu di SMA YPK, kami tidak pernah membedakan letak parkir dan pintu masuk seperti itu. Semua yang ingin menonton masuk melalui satu pintu dan memarkir kendaraan di jalan masuk yang sama.

Semalam, mobil saya parkir di sebelah mobil suporter SMA Vidatra. Saya masih menunggu teman lain untuk masuk ke GOR. Saya perhatikan suporter SMA Vidatra yang turun dari mobil, mereka sibuk mengumpat dengan nada kesal karena merasa dibedakan tempat parkirnya. Turun dari mobil mereka masih menghubungi beberapa teman lainnya untuk sekedar memberi tahu bahwa mereka sudah tiba di GOR PKT. Tidak lama, mereka masuk kembali dan keluar dari parkiran sebelumnya menuju parkiran yang disediakan untuk suporter Vidatra.

Sedikit kesel sih ya lihat keadaan yang seperti ini. Sekalipun SMA YPK yang punya acara, tetapi mereka tidak berhak memperlakukan tamu dengan alasan nanti akan terjadi kericuhan kalau YPK dan Vidatra tempatnya digabung. Lebih terkesan mentang-mentang di kandang sendiri kok ya memperlakukan lawan tidak adil. 

Tahun lalu memang YPK dan Vidatra sempat ricuh, mungkin itu juga yang menjadi alasan mengapa panitia membedakan tempat parkir dan pintu masuk mereka. Sayang rasanya YPK dan Vidatra harus ricuh karena loyalitas mereka terhadap sekolah masing-masing. Jaman saya dulu tidak pernah ada kericuhan seperti itu. 

Semua panitia YPK Cup jaman saya mungkin lebih pandai memberikan kode ke beberapa suporter untuk tidak melakukan hal-hal yang provokatif. Saya bangga bisa bergabung dalam kepanitiaan YPK Cup selama dua tahun sekolah di YPK. Kami juga giat menginformasikan kepada suporter melalui pengeras suara di tiap beberapa menit pertandingan agar tidak mudah terpancing yel-yel yang saling menjatuhkan dan menginformasikan beberapa peraturan untuk tidak merokok di dalam GOR. 

Mungkin di jaman saya kericuhan bisa dicegah karena kami sangat terbantu dengan beberapa kegiatan tahunan bagi pelajar seperti SIMBIS (Simulasi bisnis) dan PMR (Palang merah remaja). Dua kegiatan tersebut membuat kami seluruh siswa SMA se-kota Bontang banyak yang memiliki teman baru dan bertukar akun media sosial untuk terus menjaga silaturahmi atau komunikasi yang baik. Terutama YPK dan Vidatra banyak yang saling mengenal dan berteman baik sampai sekarang. Bahkan ada yang cinlok di tiap acara sekolah hahahaa.

Tapi saya bangga bisa besar di YPK dan mengaplikasikan ilmu di Vidatra.
Sekalipun di-bully "pengkhianat" sama teman-teman angkatan dan siswa saya di Vidatra, saya sih santai. Toh saya juga insha Allah bisa membawa nama baik YPK di Vidatra, begitupun sebaliknya.

Hasil akhir dari pertandingan semalam, YPK yang menang. Skornya saya gak hapal. Selamat buat YPK melaju ke Final. Vidatra yang malam Jumat nanti bertanding kembali melawan SMAN 2 Bontang merebutkan juara 3 & 4. 

 
Suporter SMA YPK yang ramaaaaaaaiii sekali.


Suporter SMA Vidatra walaupun tidak sebanyak SMA YPK, suaranya lebih kenceeeng dari SMA YPK. Seneeeng rasanya lihat anak-anak ini. SEMANGAAATT !!!



Salam satu jiwaaaaa---

No comments:

Post a Comment