Wednesday, February 4, 2015

New Identity


2015 First Responsibility 

Jumat, 30 Januari 2015
O7.00 Pagi

Jam 06.00 sudah siap berangkat mengurus identitas baru di lingkungan PT.Badak NGL.
jam 7 kurang, perkiraan sudah sampai di kantor Yayasan Vidatra.
Diantar Pak Heri (Petugas Yayasan) menuju kantor security untuk dipercepat proses pembuatan badge atau identitas sebagai pengajar di SMA Vidatra.

Awalnya saya pikir badge hanya akan diurus di SMA Vidatra.
Ternyata identitas pengajar di lingkungan PT. Badak Ngl saja harus berhubungan langsung dengan Security. Prosesnya juga memakan waktu lama, Seharian. Sampai saya harus mengorbankan jam ngajar untuk hari Jumat kemarin. 

Kawasan PT.Badak ngl tidak begitu fleksibel seperti kawasan Pupuk Kaltim. Makanya setiap pekerja yang bekerja di lingkungan PT.Badak harus memiliki badge atau stiker di kendaraan mereka sebagai tanda masuk di lingkungan tsb.
Badge pun berbeda untuk setiap unit kerja dan lokasinya. 

Bagi pekerja pabrik dan kontraktor, badge berwarna merah. Guru seperti saya diberikan badge berwarna putih. Warna pada badge juga berfungsi untuk menandakan letak Zona atau Lingkungan kerja. Warna putih pada badge guru Vidatra menandakan bahwa lingkungan kerja berada di Zona 1. 
Warna merah pada badge karyawan pabrik menandakan beberapa Zona selain Zona 1.

Peraturan ketertiban berlalu lintas di kawasan PT.Badak Ngl juga sangat disiplin. 
Security yang menjaga di tiap pos juga terkesan sangat galak dan tegas. Security di sini juga tak segan-segan mengusir orang-orang yang tidak berkepentingan untuk memasuki kawasan PT.Badak, apalagi tidak punya identitas resmi yang dikeluarkan oleh Bidang keamanan PT.Badak Ngl. Itulah mengapa lingkungan tsb dijuluki ZERO ACCIDENT ZONE. 

Sebenarnya boleh saja masuk di kawasan tsb dengan menukarkan KTP dengan badge sementara yang diambil di pos security. Cara tsb juga tidak akan terus-terusan diberikan bagi mereka yang bukan pekerja atau keluarga karyawan di lingkungan  PT.Badak Ngl.
Di lingkungan PT.Badak NGL memang sangat bersih, warga Bontang menyebutnya dengan "Kota Dalam Kota" karena keasrian dan kebersihannya. 

Proses pembuatan badge banyak sekali tahapannya.
Saya berdua dengan Pak Wahab, Pengajar SMP Vidatra yang juga statusnya sama dengan saya, masih baru hehee. Tidak cuma berdua, kami bersama dengan empat anak bujang yang akan KP atau PKL di PT. Badak NGL, anak-anak angkatan 2011 Teknik Mesin UGM.

Pertama, kami diminta untuk mengisi identitas personal dan essai yang banyak sekali pertanyaannya berkaitan dengan lingkungan PT.Badak Ngl. Saya yang dari kecil hidupnya di lingkungan Pupuk Kaltim ya pasti merasa tidak banyak tahu mengenai lingkungan PT.Badak Ngl. Menjawab angketnya pun sekedar yang saya tahu saja. 
Identitas sahabat hingga ciri-ciri khusus pada badan juga diminta untuk kelengkapan formulir identitas. Prosesnya saja memakan waktu hampir 4 jam. 

Kami datang jam 7 pagi, tapi mulai pengisian identitas jam 9. Hingga akhirnya harus pulang dulu, karena waktunya solat Jumat bagi kaum lelaki. Jam 2 siang kami kembali dan mulai pengambilan sidik jari serta wawancara.

Sesi wawancara ini seperti sedang tes masuk perusahaan. Pertanyaan dari pewawancara juga tidak jauh dari angket yang diberikan kepada kami pagi tadi. Bedanya, jawaban yang disampaikan secara lisan kadang kurang lengkap bagi pewawancara. Saya yang warga baru di lingkungan PT.Badak Ngl lebih menjawab sekedarnya saja karena memang saya tidak begitu tahu mengenai lingkungan tsb.

Selesai sesi wawancara, masuklah saya di ruangan sebelah ruang wawancara tadi untuk pengambilan foto keperluan badge. Tidak ada pesan untuk mengenakan atasan berwarna putih atau biru. Saya saat itu mengenakan baju berwarna hitam.

Petugas yang akan mem-foto saya juga kebingungan karena baju yang tersedia di ruangan tsb semuanya ukuran XL. Lah, badan saya ini cocoknya ukuran M atau S. Akhirnya saya dengan petugas bereksperimen sendiri. Jepit sana jepit sini akhirnya bisa juga dikenakan itu baju kedodoran. Fotonya juga setengah badan. Hasilnya ada di foto atas itu hehee. 

Selesai sudah sesi pemotretan dan pengisian identitas di kantor security PT.Badak Ngl Jumat itu. Selama proses pengisisan identitas kemarin, saya dan Pak Wahab serta anak-anak KP teknik mesin UGM sudah saling mengenal satu sama lain. Pak Wahab ternyata kakak kelas saya waktu di SMP YPK. Nah, anak-anak KP dari UGM ternyata adik tingkat teman saya di YPK. Wah Bontang memang terlalu sempit. Orangnya gak jauh-jauh amat untuk dikenali.

Badge sudah jadi, sisa stiker untuk kendaraan saja yang masih menunggu. Sudah punya badge saja alhamdulillah, jadi tidak perlu lagi diberhentikan security tiap masuk ke kawasan PT.Badak Ngl. Peraturan lainnya adalah tidak boleh melaju di atas 40 km/jam. Jangan dikira bisa seenaknya melaju di kawasan tsb. Di beberapa titik sudah terpasang CCTV dan tampilan layar kecepatan. Apabila melanggar, sudah pasti akan dapat "surat cinta" dari petugas lalu lintas PT.Badak Ngl. Semua demi keamanan, kenyamanan dan membangun kedisiplinan lingkungan tsb.




#SEMANGAT PAAAGIIIII ...








No comments:

Post a Comment